Isi Artikel Utama

Maryono
Riftian Ageng Laksono

Abstract


Cordova is one of the cities that became the center of the development of Islamic knowledge in the West during the reign of the Umayyad Dynasty II in Andalusia (now known as Muslim Spain). During the reign of Abdurrahman al-Nashir, Cordova became the most cultured city in Europe, and together with Constantinople and Baghdad, became one of the three cultural centers in the world.


This paper aims is to describe the intellectual development and knowledge of Islam in Cordova during the Caliph Abdurrahman Al-Nashir, the Umayyad Dynasty. The method used in this research is descriptive analysis with a historical approach. This method is a process of critically examining and analyzing past records and relics in the form of written text. The results of the literary analysis carried out show that Cordova has made progress in science and culture, since it was ruled by the Amirs of Umayyad descent who stood alone apart from the power of the Abbasids in Baghdad. The triumph of Islamic science in Andalusia is very large in Europe, both in science, science, fiqh, language, and literature. The triumph of Islam and intellectual and scientific development to be seen since the Umayyad Dynasty Caliph Abdurrahman Al-Nashir. Islamic education materials that develop and expand are the Qur'an, theology, Arabic grammar, poetry, lexicography, history, and geography. Abdurrahman al-Nashir built a university and developed a library. The University of Cordova stands majestically and becomes an icon of Andalusia, so that Andalusia is famous throughout Europe. This university stands upright with the Abdurrahman III Mosque, which in the end developed into a famous higher education equivalent to Al Azhar University in Cairo and Nizamiyah University in Baghdad. Another institution that is the center of scientific civilization and intellectual development is the library. The library is provided for the wider community as a means of learning science. The development of books also increased after the discovery of paper technology in the Islamic world.


Keywords: history of islamic education, Cordova


 


Abstrak


Cordova adalah salah satu kota yang menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan Islam di Barat di masa pemerintahan Dinasti Umayyah II di Andalusia (saat ini lebih dikenal dengan Spanyol Muslim). Pada masa pemerintahaan Abdurrahman al-Nashir, Cordova menjadi kota yang paling berbudaya di Eropa, dan bersama dengan Konstantinopel dan Baghdad, menjadi satu dari tiga pusat kebudayaan di dunia.


Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan perkembangan intelektual dan ilmu pengetahuan agama Islam di Cordova pada masa Khalifah Abdurrahman Al-Nashir Daulah Bani Umayyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis – deskriptif dengan pendekatan historis. Metode ini merupakan proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau yang berupa teks tertulis. Hasil dari analisis literer yang dilakukan bahwa Cordova mengalami kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan, semenjak diperintah oleh para Amir keturunan Umayyah yang berdiri sendiri terpisah dari kekuasaan bani Abbasiyah di Baghdad. Kejayaan ilmu pengetahuan  Islam di Andalusia sangatlah besar di Eropa baik ilmu, sains, fiqh, bahasa, sastra. Kejayaan Islam dan perkembangan intelektual serta ilmu mulai terlihat sejak Dinasti Umayyah dipimpin oleh Khalifah Abdurrahman Al-Nashir pada abad ke-10. Materi-materi Pendidikan Islam yang berkembang dan meluas adalah:  Al-Qur’an, teologi, tata bahasa Arab, puisi, leksikografi, sejarah, dan geografi. Abdurrahman al-Nashir membangun universitas dan mengembangkan perpustakaan. Universitas Cordova berdiri megah dan menjadi ikon Andalusia, sehingga Andalusia menjadi masyhur di seluruh Eropa. Universitas ini tegak berdiri dengan Masjid Abdurrahman III, yang pada akhirnya berkembang menjadi pendidikan tinggi yang terkenal setara dengan Universitas Al Azhar di Cairo dan Universitas Nizamiyah di Bahgdad. Lembaga lain yang menjadi pusat peradaban ilmu dan pengembangan intelektual adalah perpustakaan. Perpustakaan yang disediakan untuk masyarakat luas sebagai sarana belajar ilmu pegetahuan. Perkembangan buku-buku juga semakin meningkat setelah ditemukannya teknologi kertas di dunia Islam.


Kata Kunci: Sejarah Pendidikan Islam, Cordova