ANALISIS MAKNA LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL SILA KEEMPAT PANCASILA DAN RELEVANSINYA DENGAN SYARIAT ISLAM
Penulis
Ruston Kumaini
Salman Zulfahmi
Saiful Anwar
Penelitian ini mengkaji makna Sila Keempat Pancasila melalui tinjauan leksikal dan gramatikal, serta relevansinya dengan syariat Islam dalam konteks masyarakat Indonesia yang pluralistik. Pancasila dilihat sebagai kristalisasi nilai-nilai yang menyatukan berbagai suku, agama, dan budaya di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka, yang memungkinkan analisis mendalam terhadap makna Sila Keempat. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Sila Keempat merupakan kalimat yang memiliki struktur pasif, dimana subjeknya "kerakyatan" dipimpin oleh objeknya "hikmat kebijaksanaan". Selanjutnya, frasa "dalam permusyawaratan / perwakilan" merupakan frase preposisional yang berfungsi sebagai pelengkap kata kerja "dipimpin". Melalui analisis semantik nampak jelas pula bagimana Sila Keempat menggambarkan sistem demokrasi Indonesia yang unik, dimana: 1) Kedaulatan rakyat menjadi dasar, 2) Kepemimpinan didasarkan pada kearifan dan kebijaksanaan, 3) Pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah, dan 4) Sistem demokrasi dijalankan melalui mekanisme perwakilan. Temuan selanjutnya adalah bahwa Sila Keempat Pancasila dengan syariat Islam menunjukkan adanya tautan yang kuat mencakup prinsip-prinsip sebagai berikut: 1) Kedaulatan rakyat dan kepemimpinan dalam Sila Keempat sejalan dengan ajaran Islam, 2) Prinsip kebijaksanaan dan keadilan dalam Sila Keempat juga merupakan ajaran Islam, 3) Prinsip Permusyawaratan pada Sila Keempat juga tampak jelas tautannya dengan ajaran Islam, 4) Prinsip Etika dan Akuntabilitas baik dalam Pancasila maupun dalam agama Islam merupakan keniscayaan, pemimpin dan wakil rakyat dituntut untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Kata Kunci: Semantik, Makna Leksikal, Makna Gramatikal, Sila Keempat, Syariat Islam
Al-Qur’an al Karim
Abdul Khaliq, A. (1997). Asy Syura fi Zhilli Nizhami al-Hukm al-Islami. Darul Qalam.
al-Bukhari, M. I. I. I. I. (1422). Shahih al-Bukhari (2 ed.). Daar Thauq al-Najaat.
al-Naisaburi, M. I. al-Hajjaj. (1992). Shahih Muslim. Darul Fikri.
Amran, A. (2022). Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi. PT Rajagrafindo Persada.
Anwar, K. (2021). Pancasila Village, Multicultural Education and Moderation of Diversity in Indonesia | Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam. https://e-journal.uac.ac.id/index.php/NAZHRUNA/article/view/1238
Arti kata bijaksana—Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. (t.t.). Diambil 31 Desember 2024, dari https://kbbi.web.id/bijaksana
Arti kata dalam—Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. (t.t.). Diambil 31 Desember 2024, dari https://kbbi.web.id/dalam
Arti kata hikmat—Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. (t.t.). Diambil 31 Desember 2024, dari https://kbbi.web.id/hikmat
Arti kata musyawarah—Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. (t.t.). Diambil 31 Desember 2024, dari https://kbbi.web.id/musyawarah
Arti kata oleh—Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. (t.t.). Diambil 31 Desember 2024, dari https://kbbi.web.id/oleh
Arti kata rakyat—Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. (t.t.). Diambil 31 Desember 2024, dari https://kbbi.web.id/rakyat
Arti kata wakil—Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. (t.t.). Diambil 31 Desember 2024, dari https://kbbi.web.id/wakil
Arti kata yang—Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. (t.t.). Diambil 31 Desember 2024, dari https://kbbi.web.id/yang
Badrun, B., Sujadi, S., Warsah, I., Muttaqin, I., & Morganna, R. (2023). Pancasila, Islam, and Harmonising Socio-Cultural Conflict in Indonesia. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 61(1), 137–156. https://doi.org/10.14421/ajis.2023.611.137-156
Chaer, A. (2021). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. PT Rineka Cipta.
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), Article 1. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Garing, J. (2017). ANALISIS SEMANTIK CERITA LAKIPADADA (Semantics Analysis of Lakipadada Story). SAWERIGADING, 23(1), Article 1. https://doi.org/10.26499/sawer.v23i1.188
Hidayatulloh, T., & Saumantri, T. (2023). The Harmony of Islam and Pancasila in Religious Discourse in Indonesia. Jurnal Studi Sosial Keagamaan Syekh Nurjati, 3(1), 1–25. https://doi.org/10.24235/sejati.v3i1.36
Ibn Katsir, A. F. I. I. U. (1923). Tafsir al-Quran al-’Azhim (2 ed., Vol. 7). Daar Thaybah.
J.W.Maria, V. (2010). Asas-Asas Linguistik Umum (1 ed.). Gadjah Mada University Press.
Laode Moh. Nanang Pribadi Rere. (2022). PERSPEKTIF AL-QUR’AN TERHADAP NILAI-NILAI PANCASILA. al Dhikra | Jurnal Studi Qur’an dan Hadis, 2(1), 61–82. https://doi.org/10.57217/aldhikra.v2i1.772
Lema “Dipimpin”—Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia. (t.t.). Diambil 31 Desember 2024, dari https://tesaurus.kemdikbud.go.id/tematis/lema/dipimpin
Mandzur, I. (2006). Lisan al Arab. Darul Hadits.
Marhaeni, S. S. (2017). HUBUNGAN PANCASILA DAN AGAMA ISLAM DALAM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. JPPKn (Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan), 2(1), Article 1. https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/jppkn/article/view/137
Muzaiyanah. (2012). Jenis Makna dan Perubahan Makna. 13(2). https://doi.org/10.19109/wardah.v13i2.323
Nurdin, Y. Y., & Zulaiha, E. (2020). Menimbang Kesesuaian Pancasila Dengan Al-Quran. Khazanah Pendidikan Islam, 2(1), Article 1. https://doi.org/10.15575/kp.v2i1.8129
Pateda, M. (2010). Semantik Leksikal. PT Rineka Cipta.
Prastowo, A. (2016). Memahami Metode-metode Penelitian: Suatu Tinjauan Teoretis dan Praksis. Ar-Ruzz Media.
Rahmawati, N., & Nurhamidah, D. (2018). MAKNA LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL PADA JUDUL BERITA SURAT KABAR POS KOTA (KAJIAN SEMANTIK). 6.
Sanusi, Anwar. (2016). Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba Empat
Shodiq, M. (2021). Quranic Moral in Pancasila: Efforts to Strengthen Mental Revolution Through the First Principle of Pancasila | Shodiq | Buletin Al-Turas. https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/al-turats/article/view/18209
Sholikah, dkk. (2020). “Kesalahan Berbahasa Tataran Semantik Dalam Unggahan Instagram @Kominfodiy”. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 (2): 33. http://dx.doi.org/10.31000/lgrm.v9i2.2896
Siswanto, E., & Islamy, A. (2022). MENINJAU ULANG POLEMIK FORMALISASI HUKUM ISLAM DI INDONESIA PERSPEKTIF DEMOKRASI PANCASILA: ANALISIS SWOT. MIYAH : Jurnal Studi Islam, 18(1), Article 1. https://doi.org/10.33754/miyah.v18i1.409
Sudarjo, S. (2016). ANALISIS KESALAHAN BAHASA PADA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 4/PUU-XI/2013. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 2(1), 174–191. https://doi.org/10.22225/jr.2.1.281.174-191
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Taimiyah, I. (1416). Al-Siyasah al-Syar’iyah. Daru Ilmu al-Fawa’id.
Verhaar, J.W.M. (2010). Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hlm: 9
Yusdiyanto, Y. (2017). MAKNA FILOSOFIS NILAI-NILAI SILA KE-EMPAT PANCASILA DALAM SISTEM DEMOKRASI DI INDONESIA. FIAT JUSTISIA:Jurnal Ilmu Hukum, 10(2). https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v10no2.623
Bilah sisi Artikel
Hak Cipta (c) 2025 Ruston Kumaini, Salman Zulfahmi, Saiful Anwar

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.