Konstruksi Kurikulum Entrepreneurship Berbasis Pesantren dalam Membentuk Kemandirian Santri (Studi Kasus pada Rumah Qur'an Permata Ilmu)

Penulis

  • Fajar Alfaris Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya, Indonesia
  • Fikry Firmansyah Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya, Indonesia
  • Haris Hermawan Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54214/edugement.Vol1.Iss1.1062

Kata Kunci:

Kurikulum Entrepreneurship, Experiential Learning, Pendidikan Islam Integratif

Abstrak

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi kurikulum entrepreneurship berbasis pesantren dalam membentuk kemandirian santri di Rumah Qur’an Permata Ilmu, sebagai respons terhadap kebutuhan integrasi antara nilai keislaman dan keterampilan kewirausahaan di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memahami fenomena secara mendalam dan kontekstual. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan partisipan yang terdiri dari pimpinan lembaga, pengelola kurikulum, pendidik, dan santri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum entrepreneurship dikonstruksi secara integratif melalui tiga komponen utama, yaitu nilai (value-based), pengetahuan (knowledge-based), dan keterampilan (skill-based). Implementasi kurikulum dilakukan melalui pendekatan experiential learning dengan penekanan pada praktik langsung, seperti kegiatan impor barang, pelatihan keterampilan teknis, dan manajemen keuangan sederhana. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan kemandirian, kreativitas, kemampuan pengambilan keputusan, serta kepercayaan diri santri dalam berwirausaha. Kesimpulannya, konstruksi kurikulum entrepreneurship berbasis pesantren memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan model pendidikan integratif yang relevan dengan kebutuhan zaman. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kurikulum berbasis nilai dan praktik dalam pendidikan Islam, serta membuka peluang penelitian lanjutan terkait pengembangan model serupa di konteks pesantren lainnya.

Kata Kunci: Kurikulum Entrepreneurship, Experiential Learning, Pendidikan Islam Integratif

Diterbitkan

2026-07-31

Terbitan

Bagian

Articles