Model Diferensiasi Kurikulum Perspektif Pendidikan Nabawiyah dalam Pengembangan Kompetensi Sahabat

Penulis

  • Ahmad Taupik Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Riyadhussholihiin Banten, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54214/edugement.Vol1.Iss1.1060

Kata Kunci:

Prophetic Education, Curriculum Differentiation, Differentiated Instruction, Merdeka Curriculum, Holistic Competence

Abstrak

 

ABSTRAK

Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka masih menghadapi berbagai kendala, antara lain kesulitan guru dalam mengidentifikasi karakteristik peserta didik, kecenderungan penerapan diferensiasi yang berorientasi pada aspek teknis pembelajaran, serta belum adanya landasan konseptual yang mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi model diferensiasi kurikulum dalam perspektif Pendidikan Nabawiyah serta menganalisis relevansinya terhadap implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari hadis, kitab syarah hadis, literatur klasik pendidikan Islam, serta artikel ilmiah yang membahas pembelajaran berdiferensiasi dan Kurikulum Merdeka. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan tahapan reduksi data, kategorisasi, sintesis konseptual, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model diferensiasi kurikulum dalam perspektif Pendidikan Nabawiyah dibangun atas pengakuan terhadap fitrah, syakilah, dan al-mauhibah sebagai landasan asesmen diagnostik dalam mengidentifikasi potensi, minat, dan kesiapan belajar peserta didik. Strategi Rasulullah ﷺ dalam memetakan, membina, dan memberikan penugasan kepada para sahabat mencerminkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi yang bersifat adaptif, bertahap, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi holistik yang mencakup aspek head, hand, dan heart. Penelitian ini menghasilkan model konseptual diferensiasi kurikulum berbasis Pendidikan Nabawiyah yang mengintegrasikan landasan filosofis Islam, asesmen diagnostik, diferensiasi pembelajaran, dan pengembangan kompetensi menuju terbentuknya insan kamil dan muslih. Kebaruan penelitian ini terletak pada rekonstruksi model diferensiasi kurikulum berbasis Pendidikan Nabawiyah yang memperluas konsep diferensiasi dari pendekatan pedagogis menjadi kerangka pendidikan yang mengintegrasikan pengembangan potensi, pembentukan karakter, dan nilai-nilai ketauhidan sebagai fondasi implementasi Kurikulum Merdeka.

Kata Kunci: Pendidikan Nabawiyah, Diferensiasi Kurikulum, Pembelajaran Berdiferensiasi, Kurikulum Merdeka, Kompetensi Holistik

Diterbitkan

2026-07-31

Terbitan

Bagian

Articles