Isi Artikel Utama

Fadlan Fahamsyah

Syiah dan politik merupakan satu topik yang menarik dan selalu hangat untuk diperbincangkan, sejak pertama kali kemunculannya dan dalam sejarah perkembangannya, aliran syiah selalu identik dengan isu-isu politik dan kekuasaan,  bisa dibilang bahwa aliran Syiah lebih kental aroma dan warna politiknya melebihi aliran sunni, hal itu tidaklah mengherankan karena di antara prinsip-prinsip fundamental yang ada pada syiah adalah prinsip imamah atau wilayah, bahkan hal ini merupakan rukun iman mereka. Doktrin imamah inilah yang diyakini kaum syiah bahwa kepemimpinan yang sah hanyalah di tangan para imam-imam yang ma’sum atau suci dari kesalahan dan dosa. Mereka memposisikan imam-imam sebagai pengganti tuhan di muka bumi, sehingga ucapannya adalah undang-undang yang harus ditaati. Dalam artikel ini penulis ingin menguraikan tentang ideologi politik Syiah, mulai dari definisi syiah, sejarah munculnya hingga mengupas bagaimana ideologi atau doktrin syiah dalam menguatkan politiknya untuk meraih kekuasaan dan kepemimpinan.

Kata Kunci: Syiah Politik Aqidah Kepemimpinan
Abdullah al-Mausūli, Haqīqatu al-Shiʿah ḥatta Laa Nankhadiʿ (Alexandria: Dar al-Iman, tt)

Abū al-Fatḥ Muḥammad Abdu al-Karīm al-Sharastāni, al-Milal wa An-Nihāl, (Beirūt, Dār al-Fikri)

Abū Jaʿfar Muḥammad ibn ʿAly ibn al-Ḥusain ibn Bābiwaih al-Qumī al-Shadūq, al-I‘tiqādāt, tahqīq: ‘Ishām ‘Abd al-Sayyid (Qum-Iran: al-Mu’tamar al-‘Ālamī li Alfiyat al-Syaikh al-Mufīd, 1413 H)

Aḥmad bin Hanbal, Musnad al-Imam Aḥmad, Muassasah al-Risālah, 2001 M, Cet. 1

Ali Audah, Dari Khazanah Dunia Islam, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1999), Cet. I.

ʿAli Ibrahim Ḥasan, al-Tārīkh al-Islāmiy al-ʿAm, (Kuwait: Maktabah al-Falāh, 1977)

Ibn Manẓūr al-Ansāry, Lisān al-Arab (Beirūt: Dār Sādir, 1414 H), Cet. 3

Ibn Taimiyyah, Minhāj al-Sunnah (Riyad: jami’ah al-Imam, 1986 M), vol. 2, Cet. 1

Iḥsān Ilāhi Zāhir, al-Shiʿahwa al-Tashayyuʿ(Lahore: Idārah Tarjuman al-Sunnah), 1984, Cet. I.

KBRI Iran, Iran The Cradle of Civilization, (Jakarta: Fauzimandiri, 2009)

Muḥammad al-Ḥusein ʿAly Kāshiful Ghitāʿ, Ashlusy-Syīʿah wa Ushūluha, (Beirūt: Dārul al-Adhwa, 1999).

Muhammad Al-Musawi ,Madhab Syiah Kajian Al-Quran dan Sunnah, Bandung: Muthahhari Press, 2001, Cet. I.

Muḥammad bin Abd al-Karīm al-Shahrastāny, al-Milal wa al-Nihal ( Libanon: Dār al-Fikr, tt.)

Murtadha Mutahari, Manusia dan Agama dalam Perspektif Al Qur’an, Mizan, Bandung

Nāṣir Ibn Abd Allah al-Qifāry, Usūl madhab al-Syīʿah (Riyad : Jāmiʿah al-Imam, 1414 H)

Nāṣir Makārim Shīrazi, “Inilah Aqidah Syi’ah”, (Terj) (al-Dasma-Kuwait: Era of Appearance
Foundation (Muʾassasah ʿAshr al-Ẓuhūr), cet. II, 1430 H/2009 M)

Shaḥatah Muḥammad Saqr, al-Shīʿah Ḥumul Aduw Fahzharūhum (Mesir: Dār al-ʿUlūm, tt)

Souʿyūb, Yoesoef, Sejarah Daulat Khulafaur Rasyidin,Jakarta: Bulan Bintang, 1979, Cet.I.

Uthmān bin Muḥammad al-Khāmis, Hiqbah min al-Tārīkh (Kairo: Dar Ibn Hazm, 2011), cet. 1.

http://pemikirmudauinsuka12.blogspot.co.id/2012/11/pemikiran-syiah-sejarah-politik-dan.html, diaksespada: 5-9-2017.