Isi Artikel Utama

Fadlan Fahamsyah

Al-Qur’an dan as-Sunnah merupakan sumber hukum Islam yang harus dipegang teguh oleh pemeluknya. Al-Qur’an sebagai wahyu dari Allah berisi pedoman-pedoman ilahiyah untuk membimbing umat manusia dalam berinteraksi dengan Tuhannya, dengan sesamanya, bahkan dengan alam semesta, begitu juga dengan Hadits nabi yang merupakan dokumentasi hidup Nabi Muhammad shallallahun ‘alaihi wasallam yang berisi perkataan, perbuatan, keputusan, sifat fisik maupun akhlak yang harus diteladani oleh kaum muslimin. Meskipun al-Qur’an dan as-sunnah telah disepakati sebagai sumber hukum Islam, akan tetapi dalam mengaplikasikan kedua sumber hukum Islam tersebut terjadi perbedaan di antara para ulama Islam, hal itu dikarenakan adanya pendekatan yang berbeda dalam menginterpretasiakan keduanya. Secara umum, kerangka pikir para ulama ada dua, yaitu ulama’ salaf  yang sangat terikat kuat dengan teks-teks agama dan kaum khalaf (rasionalis) yang berhaluan kontekstual. Dari dua sudut pandang pemahaman yang berbeda inilah muncul perselisihan pendapat yang sangat tajam antara kaum salaf yang berorientasi pada Bahasa atau harfiah serta dogma-dogma agama, dengan kaum kontektualis yang melihat dalil dari segi siyaqoh (Konteks) yaitu   dengan melihat  sisi social, history dan antropologi. Makalah ini mencoba untuk menjelaskan dua pemahaman tersebut, yakni pemahaman ulama salaf dan khalaf.

Kata Kunci: Ulama Salaf Khalaf
Abdul Rozak, rosihoanwar, IlmuKalam, (Bandung: CV. PustakaSetia, cet 3, 2014)

Abu al-Faraj Ibn al-Nadim, al-Fahrasat (Beirut: Dar al-Maʿrifah, 1997)

Abu Fatḥ Muhammad al-Shahrastani, al-Milal wa al-Niḥal (Muassasal al-Halabi)

Ahmad bin Abd al-Ḥalim Ibn Taimiyah, al-Aqidah al-Wasitiyah (Riyad: Maktabah al-Maʿarif,)

Hamad bin Muhammad al-Ansari, Abu al-Hasan al-Asy’ari Imam ahl al-Sunnah (KSA: Muntada al-Tawhid )

Hitti, Philip K. History Of The Arabs. (New York: Palgrave Macmillan, 2002)

Ibnu Qudamah Al Maqdisi, Itsbatu Sifat al-‘Uluw, cetakan pertama, (Kuwait: Dārus Salafiyah, 1406 H)

Muhammad bin Ali al-Tamimi, Mu’taqad ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah )Riyad: Adwa’ al-Salaf, 1999)

Muhammad bin Makram bin Manzhur, lisan al-Arab (Beirut: Dar Sadir, 1414 H)

Nasution, Harun. Islam Rasional: Gagasan dan Pemikiran Harun Nasution. Cet. III. (Bandung: Mizan, 2005)

Sahilun A. Nasir, Pemikiran Kalam (teologi islam), (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2010)

Said Agil Husain Munawar dan Abdul Mustaqim, Asbabul Wurud, Studi Kritis Hadis Nabi Pendekatan Sosio-Histori-Kontekstual, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001M)

Shams al-Din al-Dzahabi, kitab al-Arsy (Madinah: Imadah Bath al-Ilmi, 2003)

________________Siyar A’lamin-Nubala’ (Kairo: Dar al-Hadith, 2006)

Sulaiman bin Abd al-Rahman al-Huqail, Hayat al-Sheikh Muhammad bin Abd al-Wahhab
Haqiqatuh wa da’watuh (Riyadh: al-Maktabah al-Shamila, 1999)

Abu al-Fida’ Ismail ibn Umar Ibnu Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah (Beirut: Dar al-Fikr, 1986)

al-Asy’ari, Abu al-Hasan, al-Ibanah an Ushul al-Diyanah (Kairo: Dar al-Anshar, 1397 H)

Muhammad Tholhah Hasan, Ahlu Sunnah Wal-Jama’ah Dalam Persepsi Dan Tradisi NU, (Cet.III; Jakarta: Lantabora Press, 2005)

Al-Zarikli al-Dimasyqi, al-A’lam (Dar al-Ilmi, 2002)

Harun Nasution, Teologi Islam; Aliran-aliran Sejarah Analissa Perbandingan, (Cet.V; Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia, 1986)

Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, Ensiklopedia Islam, Jilid 3 (Jakarta: Ichtiar baru Van Hoeve, 1994)