Isi Artikel Utama

Fadlan Fahamsyah

Umat Islam telah bersepakat bahwa Quran dan Sunnah merupakan sumber hukum Islam yang harus dipegang teguh oleh pemeluknya. Quran sebagai wahyu dari Allah berisi pedoman-pedoman ʾilāhiyyah untuk membimbing umat manusia dalam berinteraksi dengan Tuhannya (Aqidah dan Ibadah), maupun dengan sesama manusia (akhlak dan muamalah) bahkan dalam berinteraksi dengan alam semesta, begitu juga dengan Hadis Nabi yang merupakan dokumentasi hidup Nabi Muhammad ṣallallāhu ʿalayhi wa sallam yang berisi perkataan, perbuatan, keputusan, sifat fisik maupun akhlak yang harus diteladani oleh umat Islam. Hadis datang dengan membawa misi sebagai penguat Quran, penjelas, dan pemerinci bagi hal-hal yang masih bersifat global di Quran. Meskipun Quran dan Sunnah telah disepakati sebagai sumber hukum Islam, akan tetapi masih ada perbedaan di kalangan umat Islam dalam pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan adanya pendekatan yang berbeda dalam menginterpretasikan keduanya. Dalam perkembangan pemahaman keislaman, terutama pada disiplin ilmu Fikih yang sangat luas, kaum muslimin berpolarisasi pada dua kutub besar, yakni tekstual dan kontekstual. Dari dua sudut pandang pemahaman yang berbeda inilah muncul perselisihan pendapat yang sangat tajam antara kaum tekstualis yang berorientasi pada bahasa atau ḥarfiyyah, dengan kaum kontekstualis yang melihat dalil dari segi siyāq (konteks) yaitu dengan melihat sisi sosial, sejarah dan budaya. Makalah ini mencoba untuk menjelaskan dua pemahaman tersebut, yakni pemahaman Fikih tekstual dan kontekstual.

Kata Kunci: Fikih Tekstual Kontekstual
Abu Zayd. Naqd al-Khitāb al-Dīni. Kairo: Sina li al-Naṣr. 1992.

Al-ʾAsqalāniy, Ibn Hajar. Fatḥ al-Bāriy. Beirut: Dār al-Maʿrifah. 1379 H.

Al-Bayhaqy, Ahmad ibn al-Husain. Al-Sunan al-Kubrā. Beirut: Dār al-Kutub al-ʾIlmiyyah. 1424 H.

Al-Bukhary, Muhammad ibn Ismail. Ṣaḥīh al-Bukhary. Dār al-Najāḥ. 1422 H.

Al-Minʿyawiy, Muhammad ibn Muhammad. Al-Sharḥ al-Kabīr li Mukhtaṣar al-ʾUsūl. Miṣr: al-Maktabah al-Shāmilah. 1432 H.

Al-Rāziy, Zain al-Dīn al-Ḥanafiy. Mukhtār al-Ṣiḥah. Beirut: al-Maktabah al-ʿAṣriyyah. 1420.

Al-Shawkāny, Muhammad ibn ʾAliy. Nail al-ʾAwṭār. Mesir: Dār al-Hadith. 1413 H.
Ibn Hazm, Abu Muhammad. Al-ʾIhkām fī ʾUsūl al-ʾAhkām. Kairo: Dār al-Hadīth. 1404 H.

Ibn Hazm, Abu Muhammad. Al-Muhallā. Beirut: Dar al-Fikr. tt.

Latief, Hilman. Kritik Teks Keagamaan (Naṣr Hamīd Abu Zaid). Jogjakarta: Elsaq Press. 2003.

Maizudin. Kajian Islam. Jurnal Ilmu-Ilmu ke Islaman. Padang: IAIN Imam Bonjol Padang. 2001.

Munawar, Said Agil Husain dan Abdul Mustaqim. Asbabul Wurud, Studi Kritis Hadis Nabi Pendekatan Sosio-Histori-Kontekstual. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2001.

Surahman, Cucu. Tafsir Kontekstual: telaah atas konsep syariat islam dan Hudud. Journal of Qur'an and Hadis Studies.. Vol.2 No.1 (2013).

Tim Penyusun kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 2001 M.